Rabu, 15 Juni 2022

Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah [ UKS/M ]



Sejarah singkat

Pada tahun 1956 telah dirintis kerjasama antara Departemen Kesehatan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, dan Departemen Dalam Negeri dalam bentuk Proyek Program UKS Perkotaan di Jakarta dan UKS Pedesaan di Bekasi. Selanjutnya pada tahun 1970 dibentuk Panitia Bersama Usaha Kesehatan Sekolah, antara Departemen Kesehatan dan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan yang pada tahun 1980 ditingkatkan menjadi Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Menteri Kesehatan, tentang pembentukan Kelompok Kerja Usaha Kesehatan Sekolah. Pada tahun 1982 ditanda tangani Piagam Kerjasama antara Direktur Jenderal Pembinaan Kesehatan Masyarakat Departemen Kesehatan dan Direktur Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam Departemen Agama, tentang Pembinaan Kesehatan anak dan Perguruan Agama Islam. Tahun 1984, untuk lebih memantapkan pembinaan Usaha Kesehatan Sekolah secara terpadu, diterbitkanlah Surat Keputusan Bersama (SKB 4 Menteri) antara Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Kesehatan, Menteri Agama, dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, sebagai berikut :

  1. Nomor: 0408a/U/1984; Nomor: 319/Menkes/SKB/VI/1984; Nomor: 74/Th/1984; Nomor: 60 Tahun 1984; tanggal 3 September 1984, tentang Pokok Kebijakan Pembinaan dan Pengembangan Usaha Kesehatan Sekolah. 
  2. Nomor: 0372a/P/1989; Nomor: 390a/Menkes/SKB/IV/1989; Nomor: 140A/Tahun 1989; Nomor 30A Tahun 1989: tanggal 12 Juni 1989 tentang TIM Pembina UKS

Tahun 2003, seiring dengan perubahan sistem pemerintahan di Indonesia dari sentralisasi menjadi desentralisasi dan perkembangan di bidang pendidikan dan kesehatan maka dilakukan penyempurnaan SKB 4 Menteri Tahun 1984 menjadi :

  • Nomor: 1/U/SKB; Nomor: 1067/Menkes/SKB/VII/2003; Nomor: MA/230/A/2003; Nomor: 26 Tahun 2003; Tanggal 23 Juli 2003 tentang Pembinaan dan Pengembangan UKS; 
  • Nomor: 2/P/SKB/2003; Nomor: 1068/Menkes/SKB/VII/2003; Nomor: MA/230B/2003; Nomor: 4415-404 Tahun 2003: Tanggal 23 Juli 2003 tentang Tim Pembina UKS Pusat; 
  • Nomor: 6/X/ PB/2014; Nomor: 73 Tahun 2014; Nomor: 41 Tahun 2014; dan Nomor: 81 Tahun 2014: tanggal 17 Oktober 2014 tentang Pembinaan dan Pengembangan Usaha Kesehatan Sekolah/ Madrasah (UKS/M)

Tujuan UKS/M

Tujuan Umum : 

  • Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah bertujuan untuk membina dan meningkatkan kesehatan anak usia sekolah pada setiap satuan pendidikan 
  • Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah dapat membantu meningkatkan mutu pendidikan dan prestasi belajar peserta didik yang tercermin dalam kehidupan perilaku hidup bersih dan sehat, menciptakan lingkungan yang sehat, sehingga memungkinkan pertumbuhan dan perkembangan yang harmonis dan optimal. 

Tujuan Khusus :

  • Meningkatkan sikap dan keterampilan untuk melaksanakan pola hidup bersih dan sehat serta berpartisipasi aktif di dalam usaha peningkatan kesehatan; 
  • Meningkatkan hidup bersih dan sehat baik dalam bentuk fisik, nonfisik, mental maupun sosial
  • Bebas dari pengaruh dan pengunaan obat-obat terlarang dan berbahaya seperti narkoba, rokok, minuman keras, alkohol dan zat adiktif lainya;
  • Meningkatkan kemampuan hidup sehat peserta didik, sehingga dapat belajar, tumbuh dan berkembang secara harmonis dan optimal.
  • Memiliki sikap, keyakinan, daya tangkal bahwa perbuatan yang harus dihindari adalah bahaya rokok, kenakalan remaja, kehamilan diluar nikah, HIV/AIDS, narkoba, kecacingan, anemia, dan hepatitis B


Sasaran UKS/M

Sasaran UKS/M adalah warga sekolah/madrasah, (Kepala Sekolah/ Madrasah, guru, peserta didik, pegawai sekolah), unsur Puskesmas dan unsur Tim Pelaksana sekolah dari Tingkat Pendidikan Usia Dini sampai dengan Tingkat Pendidikan Menengah Atas (TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/SMK/ MA/), SLB termasuk peserta didik pondok pesantren, dan lingkungan keluarga, serta lingkungan masyarakat sekitar sekolah

Ruang Lingkup Pembinaan UKS/M di Sekolah/Madrasah

  1. Pendidikan Kesehatan, dimaksudkan adalah meningkatkan pengetahuan, perilaku, sikap, dan keterampilan hidup bersih. Pembudayaan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
  2. Pelayanan Kesehatan, dimaksudkan antara lain immunisasi, screening kesehatan, pemeriksaan dan perawatan gigi serta mulut, PHBS, tes kebugaran jasmani, pemberantasan sarang nyamuk (PSN), pemberian tablet tambah darah, kecacingan, Tanaman Obat Keluarga, kantin sehat, keamanan makanan jajanan anak sekolah dan gizi, pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) dan pertolongan pertama pada penyakit (P3P), pemulihan pasca sakit, dan rujukan ke Puskesmas/Rumah Sakit
  3. Pembinaan Lingkungan Sekolah Sehat, dimaksudkan adalah pelaksanaan 7K (Kebersihan, Keindahan, Kenyamanan, Ketertiban, Keamanan, Kerindangan, dan Kekeluargaan). Pemeliharaan lingkungan sehat yaitu bebas dari narkoba, psikotropika, asap rokok, pornografi, kekerasan dan perundungan (bullying) pada anak, dan sebagainya.

Dalam pelaksanaan Trias UKS, perlu dipersiapkan dengan baik tentang perencanaan, ketenagaan, pendanaan, sarana prasarana, penelitian, pengembangan dan manajemen, komitmen, koordinasi yang baik serta kerjasama dari semua pihak, baik lembaga pemerintah maupun swasta

 

Selasa, 14 Juni 2022

Masalah yang Sering Bikin Bingung Remaja, Bantu Mereka mama papa !!

 

 

Masa remaja merupakan masa terbaik dalam hidup seseorang. Pada masa ini, anak akan lebih sering membawa  keceriaan, antusiasme, kesenangan dan kegembiraan tapi pada masa indah ini remaja juga memiliki berbagai macam tantangan. Bukan hanya antusiasmenya saja yang dapat terlihat dengan jelas pada remaja, saat anak tumbuh menjadi seorang remaja maka bersiaplah untuk melihat dirinya menghadapi banyak masalah dan waktu yang penuh dengan kebingungan, bahkan hal-hal kecil akan tampak sangat besar bagi mereka. 

Sebagai orangtua, Mama perlu membantu anak untuk menghadapi masalah yang sedang ia hadapi pada masa remajanya. 

1. Penampilan

Penampilan merupakan masalah utama pada hampir setiap kehidupan remaja terutama remaja putri. dikarenakan remaja tidak percaya diri beberapa bagian tubuhnya yang terus berubah dan mereka harus mengatasi perubahan tersebut. dengan maraknya sosial media menambah masalah dengan remaja dan tekanan teman sebaya juga akan membuat mereka semakin memperhatikan penampilannya secara berlebihan.

Untuk mengatasi masalah ini, Mama dana Papa harus memberikan perhatian khusus buat remaja, mama atau papa harus bisa menjadi tempat curhat yang baik buat remaja tersebut dalam mengahdapai masalah penampilan agar remaja terhidar dari masukan yang tidak baik dan tidak sehat, apalagi berhadapan dengan mengkonsumsi makan yang tidak sehat atau junk food.

2. Pendidikan

Masa remaja juga merupakan masa dimana  remaja mama harus terus membuktikan keberaniannya dengan mencetak nilai setinggi mungkin serta meraih prestasi yang membanggakan di dunia pendidikan  sebagai investasi dalam menempuh masa depan nanti, namun jika dipaksakan maka hal ini akan menciptakan tekanan besar pada anak remaja mama, bahkan ia dapat stres jika tidak dapat mengatasi itu semua. Mendapatkan nilai rendah bukan berarti orang tersebut tidak berpendidikan atau kurang berbakat, karena akan ada hal lain yang bisa membuktikan kemampuan dari setiap orang, doronglah mereka untuk melakukan kegiatan ekstra kurikuler yang disukai sehingga akan membantunya untuk lebih santai sekaligus dapat membangun lebih banyak fokus dan konsentrasi.

3. Cinta

Aliran hormon yang meningkat sec
ara tiba-tiba di dalam tubuh membuatnya semakin memiliki banyak masalah, salah satunya mengenai percintaan, mungkin Mama saat ini telah menyadari bahwa anak remaja mama sudah mulai menyukai lawan jenisnya. Meskipun hal tersebut wajar dirasakan, namun pastikan juga bahwa ia tidak melakukan hal di luar norma.

Untuk mengatasi hal yang tidak diinginkan, Mama dapat mengatakan padanya bahwa cinta itu merupakan hal yang normal dirasakan oleh semua orang. Namun ingatkan dan berikan edukasi padanya mengenai hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan, apalagi saat ia sudah mulai berpacaran.

 4. Bullying

Penindasan atau yang biasa dikenal dengan bullying adalah salah satu masalah remaja lainnya yang sangat mengganggu kehidupan mereka bahkan dapat mempengaruhi kepribadian dan perilaku mereka, Maka dari itu, untuk mencegah terjadinya hal tersebut maka Mama perlu memastikan bahwa remaja mama selalu mendiskusikan semuanya dengan Mama.

Jika Mama merasa ia sedang ditindas, berikanlah saran padanya tentang cara menghadapi dan melawan itu semua. Ajari mereka untuk bisa keluar dari situasi seperti itu dan ceritakan juga padanya bagaimana Mama juga dulu pernah mengalami hal tersebut. Anak-anak harus tahu bahwa mereka bukanlah satu-satunya yang menghadapi masalah seperti itu.

5. Persahabatan dan tekanan teman sebaya

Remaja membuat setiap hubungan tampak rumit. Bahkan ikatan pertemanan yang indah sering dibumbui dengan masalah-masalah sepele. Pasalnya sebagai remaja, anak mama saat ini sedang mengembangkan keterampilan sosialnya. Oleh karena itu, cara mengatasinya adalah dengan menjelaskan pada mereka bahwa boleh saja untuk memiliki pendapat yang berbeda dengan teman-teman. Cara terbaik untuk menyelesaikannya adalah dengan mendiskusikan masalah tersebut dan kemudian melupakannya.Jangan lupa juga untuk tetap memantau pertemanan mereka. Pastikan anak berada di lingkungan yang tepat.

Tekanan teman sebaya memaksa anak remaja untuk berperilaku sesuai dengan peraturan yang sudah mereka sepakati sebelumnya. Dengan menerapkan peraturan tersebut, maka bukan tidak mungkin jika mereka merasa solid dengan rekan-rekan mereka. 

Hal ini bahkan membuat mereka melakukan kebiasaan yang seharusnya tidak dilakukan atau tidak mereka minati. Mama dapat mengatasinya dengan cara menjelaskan pada anak bahwa ia unik dengan caranya sendiri. Ia dapat memilih untuk menyukai band tertentu yang mungkin tidak disukai oleh teman-teman sebayanya. Ia juga dapat memilih untuk memiliki pendapat, pandangan, pilihan, hobi, selera mode, bahkan makan favorit agar membuatnya benar-benar seperti dirinya sendiri.  Nah, itulah ketujuh permasalahan yang biasa dihadapi oleh anak remaja. Dengan segala ketidakstabilan hormon dan sikap, maka diharapkan Mama dapat membantunya menemukan jati dirinya sendiri tanpa terpengaruh dari teman-temannya.

6. Harga Diri

Anak remaja, khususnya perempuan memiliki kebiasaan membanding-bandingkan diri mereka. Baik dari tubuh hingga penampilan mereka dengan gadis-gadis sebayanya. Hal ini tanpa disadar akan menciptakan tekanan pada diri mereka sendiri. Perubahan tubuh gadis remaja mungkin akan semakin membuatnya ragu pada dirinya sendiri, dan hal tersebut dapat mempengaruhi harga dirinya.Maka dari itu, untuk mengatasinya, Mama perlu memastikan bahwa ia tidak mengidolakan model dan aktris secara berlebihan.Dengan sabar jelaskanlah padanya bahwa setiap orang berbeda satu sama lain. Kita semua unik dan kita semua memiliki sisi positif dan negatif kita sendiri.Dorong mereka untuk menikmati kegiatan favoritnya dan mengasah keterampilannya agar tidak terlalu fokus pada apa yang mereka dambakan.

 

 

Senin, 13 Juni 2022

EVALUASI KEGIATAN PELAYANAN KESEHATAN DI DALAM DAN LUAR GEDUNG BAGI ANAK USIA SEKOLAH DAN REMAJA

 

 


Hasil monitoring mandiri tim PKPR puskesmas maupun monitoring oleh pengelola program kesehatan usia sekolah dan remaja di dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/kota digunakan sebagai dasar evaluasi pelaksanaan program kesehatan usia sekolah dan remaja di masa pandemi COVID-19. Adapun hal yang dievaluasi adalah sebagai berikut:
1. Jumlah kasus COVID-19 pada anak usia sekolah dan remaja.
2. Pelaksanaan program.
3. Pemanfaatan pelayanan kesehatan.
4. Faktor pendukung dan faktor penghambat.

 erdasarkan masalah yang teridentifikasi, petugas dapat memperkirakan penyebab utama timbulnya kasus dan akar masalahnya dengan membuat diagram sebab-akibat, misalnya menggunakan diagram tulang ikan atau pohon masalah, yang memuat besaran masalah, tempat dan waktu. Setiap penyebab utama kasusdituliskan di kotak kepala ikan, kemudian akar masalah/penyebab dari penyebabutama tersebut dituliskan di tulang ikan. Akar masalah di tulang ikan meliputi analisis mengenai aspek manusia, peralatan, metode serta pembiayaan yang menyebabkan timbulnya kasus/penyebab utama. Informasi dan data hasil monitoring PKPR juga digunakan untuk menilai pelaksanaan program, pemanfaatan pelayanan kesehatan dan faktor yang mempengaruhinya terutama saat pandemi

Pelayanan Kesehatan Anak Usia Sekolah dan Remaja Provinsi Bengkulu

 

 

 

Pelayanan Kesehatan Anak Usia Sekolah dan Remaja [Usekrem] Provinsi Bengkulu merupakan salah satu Program Pelayanan Kesehatan di Sie. Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu.

Pelaksanaan pelayanan kesehatan usia sekolah dan remaja dilakukan melalui pendekatan layanan ramah remaja atau dikenal sebagai Pelayanan KesehatanPeduli Remaja (PKPR). PKPR diselenggarakan melalui kegiatan di dalam gedung dan luar gedung puskesmas. Jenis kegiatan yang dilakukan di dalam gedung meliputi pemeriksaan klinis medis termasuk pemeriksaan penunjang dan layanan rujukan, pemberian Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE), layanan konseling, serta pembekalan keterampilan psikososial (Pendidikan Keterampilan Hidup Sehat/PKHS). Adapun kegiatan di luar gedung diantaranya adalah pembinaan kesehatan di sekolah, di panti/LKSA, di lapas/rutan anak/LPKA termasuk pelayanan kesehatan di masyarakat melalui posyandu remaja.

Petugas Kesehatan/tim PKPR membandingkan jumlah kasus-kasus yang khas pada anak usia sekolah dan remaja, misalnya masalah gizi, masalah tumbuh kembang/pubertas, masalah kesehatan jiwa (gangguan kecemasan, depresi, gangguan perilaku), kasus kekerasan dan pelecehan seksual, kehamilan remaja, Kasus IMS termasuk HIV/AIDS, kasus NAPZA, kasus kecelakaan/cedera dan sebagainya, antara sebelum dan saat pandemi atau perubahan jumlah kasus setiap bulannya. 

sasaran dari Pelayanan Usekrem adalah sebagai berikut :

1. Penerapan Model Sekolah/Madrasah Sehat

2. Penjaringan dan Pemeriksaan Berkala

3. Puskesmas PKPR /SN - PKPR 

4. Pelayanan Kesehatan Remaja

5. Posyandu Remaja

Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah [ UKS/M ]

Sejarah singkat Pada tahun 1956 telah dirintis kerjasama antara Departemen Kesehatan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, dan Departemen ...